Manusia Andil Terbesar dalam Kebakaran Hutan
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

ACEH - Alue Dohong, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), mengungkapkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagian besar terjadi akibat perilaku manusia. Oleh sebab itu, dibutuhkan perubahan perilaku.

"Kita tahu bahwa hampir 99 persen kebakaran hutan dan lahan kita ini sebetulnya disebabkan oleh antropogenik istilahnya, oleh manusia. Jadi kalau alam itu cuma satu persen," terang Alue dalam diskusi virtual penanganan kebakaran hutan dan lahan Forum Merdeka Barat 9, Senin, 31 Mei.

Salah satu tindakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang perlu dilakukan adalah penyadaran semua pihak mengenai dampak serta bahaya kebakaran hutan melalui edukasi dan pemahaman.

Langkah yang Perlu Diambil Terkait Kebakaran Hutan

Alue menjelaskan, semua pihak harus menyadari, jika terjadi kebakaran hutan dan lahan biaya yang ditanggung oleh negara cukup besar. Padahal dana itu bisa digunakan untuk tujuan lain seperti meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan rakyat.

Alue juga menegaskan swasta dan pemilik konsesi dapat berperan dalam tindakan pencegahan kebakaran hutan dimulai dari melengkapi perangkat pencegahan.

Swasta juga dapat melakukan patroli rutin di area sekitar konsesi bekerja sama dengan masyarakat sekitar.

Selain itu diperlukan juga sosialisasi dan edukasi konsisten tentang kebakaran hutan dan dampaknya terhadap berbagai sektor kehidupan.

"Terkadang kita fokus memproduksi dan seterusnya tapi pada saat terjadi kebakaran kerugiannya luar biasa terjadi, saya kira ini harus kita cegah," kata Alue.

Selain itu partisipasi masyarakat dalam melakukan pencegahan terus dilakukan, salah satunya dalam bentuk Masyarakat Peduli Api di belasan ribu desa di seluruh desa yang aktif melakukan patroli.

Artikel ini telah tayang di VOI.id dengan judul Kementerian LHK: Hampir 99 Persen Kebakaran Hutan Disebabkan Manusia. Waktunya Merevolusi Pemberitaan!