10 Hektare Karhutla di PPU Kaltim Berhasil Dipadamkan, BPBD Beberkan Akses Jadi Kendalanya
Ilustrasi. Operator helikopter menyiapkan peralatan pemadam karhutla dari udara alias water bombing di Kalsel pada Sabtu 31 Agustus 2019. (Antaranews-Bayu P S)

Bagikan:

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil mengatasi kebakaran pada lahan gambut di 10 lokasi di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).

"Kami bersama sejumlah pihak terkait berhasil lakukan pemadaman pada 10 kasus kebakaran hutan dan lahan selama dua bulan terakhir dengan luas mencapai 20 hektare," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU Budi Santoso di Penajam, Jumat 18 Agustus, disitat Antara.

Kasus kebakaran hutan dan lahan tersebut terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Penajam, karena mayoritas lahan di wilayah itu merupakan lahan gambut yang mudah terbakar.

"Kebakaran hutan dan lahan yang berhasil dipadamkan, terbesar dengan luas delapan hektare terjadi di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam pada Kamis (17 Agustus)," tambahnya.

Peralatan yang dimiliki BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini masih aman dan mencukupi, serta jumlah personel juga memadai untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Kendala saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan adalah akses menuju lokasi kebakaran tidak bisa dilalui kendaraan bermotor sehingga harus ditempuh berjalan kaki dengan membawa peralatan.

Kemudian di lokasi kebakaran hutan dan lahan sumber air menipis atau tidak ada sumber air yang dibutuhkan untuk pemadaman, sehingga pemadaman dilakukan secara manual dengan membuat sekat mengelilingi api.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara dan instansi terkait juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat.

Masyarakat dan perusahaan diingatkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta meminta warga agar tidak membuang puntung rokok di lahan yang mudah terbakar, karena pada saat musim kemarau dapat memicu terjadinya kebakaran, demikian Budi Santoso.