Aplikasi Desa Wisata Nusantara Punya Ragam Fitur, Kemendes PDTT Dorong Desa Wisata Menyediakannya untuk Promosi
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam acara penghargaan program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN/Swasta dan Promosi Desa Wisata Nusantara

Bagikan:

ACEH - Desa wisata kelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDesma) diimbau menyediakan aplikasi Desa Wisata Nusantara sebagai media promosi. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

"Aplikasi Desa Wisata Nusantara dapat menunjukkan Wisata Desa terdekat di lokasi kita sehingga memudahkan kita mengunjungi satu atau lebih Desa Wisata dalam satu waktu," terang Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, dalam keterangan tertulis, dikutip VOI pada Jumat, 24 Juni.

Fitur Aplikasi Desa Wisata Nusantara

Dia menjelaskan bahwa wisatawan lokal dan mancanegara bisa mendapatkan kemudahan dalam mengakses informasi mengenai destinasi di sekitarnya dengan aplikasi Desa Wisata Nusantara. Beberapa informasi yang bisa didapatkan antara lain akses dan fasilitas yang ditawarkan.

"Sehingga memudahkan kita untuk berkunjung banyak tempat di satu waktu. Melalui aplikasi itu kita juga bisa mengukur bagaimana BUMDes dan BUMDesma mempromosikan desa," tuturnya dalam acara penghargaan program CSR BUMN/Swasta dan Promosi Desa Wisata Nusantara.

Abdul mengatakan, terdapat 1.407 destinasi desa wisata yang dikelola oleh BUMDes dan BUMDesma dan telah terdaftar dalam aplikasi Desa Wisata Nusantara. Selain itu, 10 destinasi wisata ditetapkan sebagai desa wisata yang paling banyak disukai oleh masyarakat, salah satunya adalah desa wisata Buton di Sulawesi Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa PDTT juga mengatakan, kemitraan BUMN dan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan BUMDes dan BUMDesma cukup membantu percepatan laju perekonomian desa.

Pemberdayaan Masyarakat Sekitar

"Itu selaras dengan tujuan SDGs Desa ke-17 yaitu Kemitraan untuk Pembangunan Desa," tuturnya.

Menurutnya, program CSR dari BUMN dan BUMN yang menyentuh ranah pemberdayaan masyarakat desa akan berdampak bagi kemajuan desa.

"Kemitraan CSR dapat berupa pelatihan kewirausahaan dan manajemen pengelolaan BUMDes, pendampingan BUMDes, dukungan modal, sarana produksi dan lainnya," paparnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan desa wisata merupakan wujud community based tourism yang sifatnya inklusif, baik SDM, ataupun UMKM yang telah eksis.

"Salah satu hal yang perlu di dorong adalah kemauan pemangku kepentingan untuk menarik pengunjung atau wisatawan. Dengan demikian promosi adalah kunci dari pengembangan desa wisata," katanya.