Harapan DPR Terkait Kuota Haji 2022
Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Bagikan:

ACEH – Pembukaan kembali pelaksanaan ibadah umrah untuk jemaah Indonesia oleh Kerajaan Arab Saudi mendapat sambutan positif dari Komisi VIII DPR RI. Namun, Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, merasa yakin bahwa kuota haji tidak tersedia secara penuh. Hal tersebut terkait pandemi COVID-19.

"Keliatannya (kuota haji, red) tidak akan 100 persen, karena di Masjidil Haram juga dihitung populasi orang yang masuk," ujar Yandri Susanto, Rabu, 1 Desember, dikutip VOI.

Yandri menjelaskan bahwa pembatasan tersebut merupakan bagian dari protokol kesehatan (prokes) dari Arab Saudi. Beberapa hal terkait prokes tersebut adalah pembatasan kapasitas kamar tidur, sebelumnya satu kamar bisa memuat empat orang, tapi sekarang dibatasi menjadi dua orang.

Antrean Menumpuk, Kuota Haji Jemaah Indonesia Belum Jelas

Kebijakan yang lain berkaitan dengan bus transportasi jemaah. Yandri mengatakan, kapasitas bus diwajibkan memuat jemaah 50 persen dari kapasitas penuh.

"Itu mungkin yang saya tangkap dari persiapan pemerintah Saudi menuju tahun 2022, memastikan berapa sih yang benar-benar bisa diundang dari luar Arab, termasuk Indonesia," terangnya.

Yandri berharap, dengan segala pembatasan tersebut, Indonesia bisa mendapatkan kuota pemberangkatan jemaah haji untuk mengurai antrean yang semakin menumpuk. Sebab, sudah dua tahun ditutup akibat pandemi.

"Kalau misalkan sampai 30 persen saja kuota kita, itu hebat. Artinya sekitar 60 ribu yang berjalan, sudah hebat," tandas Yandri.

Artikel ini telah tayang dengan judul Arab Saudi Masih Lakukan Pembatasan, Komisi VIII DPR Harap Indonesia Dapat Kuota Ibadah Umrah.

Selain kuota haji, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Aceh!