IDI Aceh Peringatkan Potensi Gelombang III COVID-19
Ilustrasi (unsplash)

Bagikan:

ACEH - IDI Aceh meminta pemerintah dan masyarakat mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 gelombang ketiga. Ia menjelaskan, gelombang ini secara epidemiologi diprediksikan terjadi di Indonesia pada akhir tahun.

Ketua IDI Aceh, Safrizal Rahman, menjelaskan bahwa langkah antisipasi yang mesti dilakukan mulai dari sekarang adalah warga lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, cakupan vaksinasi COVID-19 perlu diperluas.

“Tentunya kita mengharapkan prediksi oleh epidemiolog yang mengatakan kemungkinan Indonesia akan mengalami gelombang ketiga pada Desember 2021, mudah-mudahan bisa dikendalikan dari sekarang,” terang Safrizal, dilansir Antara, Rabu, 6 Oktober.

Safrizal menjelaskan, saat ini tren peningkatan kasus baru corona secara nasional mulai turun. Bahkan, organisasi kesehatan dunia, WHO, menilai Indonesia merupakan salah satu negara terbaik dalam mengendalikan COVID-19 pada 2021.

Kekhawatiran IDI Aceh Terkais Kasus COVID-19

Penurunan tren kasus positif baru juga terjadi di Aceh. Kemudian kondisi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Aceh juga sudah mulai merenggang sehingga turun level. Hanya saja, satu daerah masih PPKM level empat, yakni Kabupaten Pidie.

“Meski begitu bukan berarti kita Aceh sudah terbebas. Penambahan kasus harian masih ada sekitar 50-an, tapi dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya, maka ini adalah kabar gembira bagi kita,” sambung Safrizal.

Maka, menurut Safrizal, yang perlu diperhatikan adalah COVID-19 belum berakhir. Dan secara nasional diprediksikan akan terjadi lagi lonjakan kasus pada Desember 2021, yang dipicu dengan libur panjang dan penyebab lainnya.

Karenanya, IDI meminta masyarakat untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dan lebih disiplin protokol kesehatan sebagai upaya mengantisipasi lebih cepat lonjakan kasus COVID-19 seperti yang diprediksikan secara epidemiologi.

“Kalau ini terjadi maka saya khawatir Aceh seperti kebiasaannya, di awal-awal Januari 2022 akan terjadi lonjakan lagi,” kata Safrizal.

Maka pada saat seperti ini, harusnya vaksinasi lebih dikuatkan lagi dalam upaya mencapai kekebalan tubuh masyarakat, sehingga nanti pada saatnya lonjakan kasus terjadi kita lebih siap menghadapinya,” imbuh dia.

Seyogianya, kata Safrizal, Aceh menargetkan cakupan vaksinasi sudah mencapai 30 persen pada Oktober 2021, dari total 4 juta jiwa penduduk yang menjadi target vaksinasi di Tanah Rencong itu. Saat ini, Banda Aceh menjadi daerah dengan cakupan vaksinasi tertinggi.

“Yang lain masih banyak penolakan-penolakan terhadap vaksinasi. Target Aceh sebenarnya pada Oktober ini 30 persen penduduk Aceh sudah divaksin, paling tidak dosis pertama. Inilah yang menjadi kerja berat, karena beberapa daerah masih menunjukkan angka vaksinasi 17 persen, dan seterusnya,” papar Safrizal.

Artikel ini telah tayang dengan judul IDI Aceh Ingatkan Potensi Lonjakan COVID-19 Gelombang Ketiga di Akhir Tahun.

Selain peringatan dari IDI Aceh soal gelombang III COVID-19, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI.id, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!