GP Ansor Harap Ferdinand Hutahaean Dapat Bimbingan Agama Islam
Ferdinand Hutahaean (Foto: Twitter @FerdinandHaean3)

Bagikan:

ACEH - Beberapa waktu lalu GP Ansor menyatakan dukungannya terhadap penetapan tersangka dan penahanan Ferdinand Hutahaean oleh kepolisian. Ferdinand ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA. Dalam kasus tersebut, Ferdinand terancam penjara 10 tahun.

Ferdinand Hutahaean dijerat dengan pasal berlapis yaitu, Pasal 14 Ayat 1 dan 2 peraturan hukum pidana Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, kemudian Pasal 45 Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang ITE.

GP Ansor Apresiasi Langkah Polisi Terkait Kasus Ferdinand Hutahaean

Luqman Hakim selaku Ketua PP GP Ansor mengapresiasi langkah tegas dan cepat kepolisian dalam memproses kasus yang menjerat Ferdinand Hutahaean. Cuitannya di Twitter telah menyita perhatian banyak pihak.
 
"Langkah cepat dan tegas polisi ini saya harapkan dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat. Sehingga dapat dicegah potensi meluasnya kegaduhan publik yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat," ungkap Luqman di Jakarta, Selasa, 11 Januari, dikutip VOI
 
Luqman meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada polisi dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah tanpa menghakimi terlebih dahulu hingga putusan pengadilan dijatuhkan.

Dia mendukung polisi bertindak profesional dan transparan dalam menuntaskan kasus tersebut demi tegaknya hukum yang berkeadilan. 

Bimbingan Keagamaan bagi Ferdinand Hutahaean

Luqman juga meminta polisi agar memberikan kesempatan kepada Ferdinand Hutahaean yang merupakan seorang mualaf untuk mendapat bimbingan agama Islam. 
 
"Supaya yang bersangkutan dapat semakin mendalami dan melaksanakan ajaran dan syariat Islam," katanya. 

Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial agar kemajuan teknologi informasi benar-benar menjadi sumbangan bagi perbaikan peradaban manusia. 
 
"Memperkuat solidaritas sosial dan persaudaraan sesama manusia serta memperkokoh persatuan bangsa dan negara Indonesia," tandas Luqman. 
 
Selain kasus Ferdinand Hutahaean, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Aceh