Dewan Dakwah Aceh Minta Penerapan Syariat Islam di Banda Aceh Dikawal
Sejumlah petugas yang tergabung dalam Tim Terpadu Penegakan Syariat Islam (T2PSI) melakukan razia di salah satu penginapan/Via ANTARA

Bagikan:

ACEH - Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Muhammad AR, meminta Pj. Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq, melakukan pengawalan terhadap penerapan penegakan syariat Islam di Banda Aceh agar bisa berlangsung secara kaffah.

“Jika syariat Islam ingin ditegakkan di Kota Banda Aceh maka alokasikan dana yang cukup kepada dinas terkait. Selanjutnya aktifkan peran WH dan Satpol PP,” terang Muhamammad AR saat silaturahmi dengan Bakri Siddiq di Banda Aceh, Senin, 25 Juli, dikutip VOI dari Antara

Dana untuk Penegakan Syariat Islam di Banda Aceh

Pj. Wali Kota Banda Aceh diminta mengalokasikan dana dalam jumlah yang cukup untuk menegakkan syariat Islam yang kaffah di Kota Banda Aceh. Selama ini dana untuk penegakan syariat Islam belum memadai, malah ada yang tidak dialokasikan seperti untuk operasi.

Selain itu, lanjut Muhamammad AR, pemda juga diminta lebih intensif dalam melakukan operasi di lokasi-lokasi yang sering menimbulkan maksiat, seperti tempat wisata, kafe, dan tempat yang mencurigakan lain di Kota Banda Aceh.

“Tentunya pelaksanaan syariat Islam ini harus didukung oleh semua pihak. Tak terkecuali TNI dan Polri, keduanya juga harus membackup pelaksanaan syariat Islam itu,” terangnya.

Muhammad AR menilai, Dewan Dakwah Aceh, salah satu ormas Islam yang fokus dan serius terhadap syariat Islam di Aceh, siap membantu dan mengawal agar syariat Islam berjalan secara kaffah.

Penerapan Syariat Islam secara Humanis di Banda Aceh

Sementara itu, lanjut Muhammad AR, Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq, menyampaikan bahwa dirinya akan menjalankan syariat Islam secara humanis karena Banda Aceh merupakan pintu masuk ke Aceh sebagai Serambi Mekkah.

Oleh sebab itu, apabila Banda Aceh benar-benar dapat memperlihatkan contoh yang baik dalam pelaksanaan syariat Islam, mungkin daerah lain pun akan menirunya.

Selaim itu, lanjut dia, dalam membangun Banda Aceh, Bakri Siddiq mengutamakan empat hal, yaitu pelaksanaan syariat Islam yang rahmatan lil alamin, kebersihan kota Banda Aceh, membayar gaji kepala desa (keuchik) sebelum keringatnya kering dan menangani air bersih agar lancar serta menuntaskan infrastruktur yang masih terbengkalai.