Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur yang Sempat Tewaskan 3 Warga Ditutup
Dokumentasi - Petugas PT Pertamina bersama tim BPMA dan SKK Migas, melakukan proses penutupan sumur minyak

Bagikan:

ACEH - Beberapa waktu lalu Pertamina EP Rantau Field dan KSO Aceh Timur Kawai Energi melakukan penutupan sumur minyak ilegal di Aceh Timur yang pernah terbakar. Lokasi sumur minyak ilegal tersebut berada di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
 
Menurut keterangan Well Intervention Manager Zona 1, Eko Hardjani, penutupan sumur tersebut dilakukan dengan cara mengecor permukaan sumur menggunakan semen.
 
"Penutupan sumur permanen ini sesuai dengan permintaan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur guna mencegah terulangnya insiden membahayakan masyarakat dan lingkungan sekitar," terang Eko Hardjani, di Aceh Timur, Kamis, 12 Mei, dikutip VOI dari Antara.

Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur

Eko menjelaskan, pengeboran sumur minyak ilegal banyak terjadi di tanah warga di Kecamatan Ranto Peurelak, Kabupaten Aceh Timur. Beberapa waktu lalu bahkan terjadi kebakaran sumur ilegal yang merenggut korban jiwa.
 
"Penutupan sumur tersebut berjalan lancar dan aman berkat dukungan dari Forkopimda Aceh Timur bekerja sama dengan BPMA dan SKK Migas selaku pengawas dan pengendali kegiatan hulu migas," papar Eko.
 
Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Eko Suhendro, mengatakan bahwa sumur minyak ilegal yang ditutup itu dikelola secara tradisional oleh masyarakat serta tidak memiliki izin. Sumur tersebut pernah meledak dan terbakar hingga menewaskan tiga orang.
 
"Sebelum ditutup, tim Pertamina bersama SKK Migas melakukan pengamanan area di lokasi sumur minyak yang terbakar," terang Eko.

Penutupan Sumur Minyak Ilegal

Penutupan dilakukan dengan cara memompa semen ke dalam lubang sumur. Lalu digunakan tiga batang pipa bor ukuran satu inci panjang enam meter ke atas dengan kedalaman lebih kurang 18 meter.
 
"Kemudian dicor dengan semen penutup atas kepala sumur minyak. Penutupan sumur minyak membutuhkan waktu empat jam. Kepolisian mengawal proses penutupan lubang sumur minyak tradisional itu," kata Iptu Eko Suhendro.