Berita Aceh: Wabah PMK Hewan Ternak Terjadi di Aceh dan Jatim
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan keterangan pada wartawan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian Jakarta (Via ANTARA)

Bagikan:

ACEH - Beberapa waktu lalu Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan informasi bahwa enam kabupaten di dua provinsi terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Wabah PMK hewan ternak itu ditemukan di Aceh dan Jawa Timur.
 
"Kementerian Pertanian telah menetapkan dua daerah yang dilanda wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan, dua daerah itu adalah Provinsi Aceh dua kabupaten, dan empat kabupaten di Jawa Timur," terang Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, di kantor Kementan Jakarta, Rabu, 11 Mei, dikutip VOI dari Antara.

Sebaran Wabah PMK Hewan Ternak di Aceh dan Jatim

Dua kabupaten di Provinsi Aceh yang diserang wabah PMK adalah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur. Sementara, empat kabupaten di Jawa Timur yang dilanda wabah tersebut adalah Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.
 
Data Kementan menunjukkan, jumlah kasus hewan ternak yang terinfeksi PMK di Jawa Timur mencapai 3.205 ekor dengan kasus kematian 1,5 persen. Sementara, kasus PMK di Aceh sebanyak 2.226 ekor dengan kasus kematian 1 ekor.
 
PMK pada hewan ini menjangkiti hewan ternak dengan kuku terbelah seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Virus penyakit ini menular melalui udara atau airborne dan kontak langsung.

PMK Hewan Ternak Tidak Menular pada Manusia

Syahrul menegaskan, penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak ini tidak menular pada manusia, melainkan hanya sesama hewan ternak.
 
Mentan menyebut bahwa Kementan bersama dengan pemerintah daerah sudah melakukan intervensi dengan melakukan pengendalian agar virus tersebut tidak terjadi mutasi.
 
Kementan bersama dengan pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota telah membentuk gugus tugas pengendalian penyakit mulut dan kuku.
 
Mentan menerangkan bahwa pemerintah melakukan tiga langkah antisipasi yaitu langkah darurat dengan turun langsung mengintervensi melalui lokalisasi wabah agar tidak semakin menyebar, dan juga dengan mendistribusikan obat-obatan, vitamin, antibiotik, serta menyiapkan vaksin.
 
Langkah kedua yaitu dilakukan pengendalian agar wabah penyakit mulut dan kuku tidak semakin menyebar dan virusnya tidak bermutasi. Sedangkan langkah ketiga yaitu dengan melakukan pemulihan pada hewan ternak di Indonesia.
 
 
Selain wabah PMK hewan ternak, ikuti berita Aceh terkini. Klik link tersebut untuk berita paling update wilayah Aceh.