Wacana Vaksin COVID-19 Dosis Keempat Mencuat, Dosis Pertama dan Kedua Belum Tuntas
Ilustrasi/Foto: PIXABAY

Bagikan:

ACEH - Beberapa waktu lalu pemerintah membuka wacana terkait vaksin COVID-19 dosis keempat. Hal ini timbulkan pertanyaan. Sudahkah bangsa Indonesia perlu suntikkan dosis keempat? Selain itu, sudahkah seluruh warga negara Indonesia menerima vaksin dosis pertama dan kedua? 

Berdasarkan dashboard data vaksinasi nasional per tanggal 24 Februari dengan cut off pukul 18.00 WIB, cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama mencapai 109.310.509 dosis atau 91,38 persen dari sasaran vaksinasi.

Kemudian, capaian vaksinasi COVID-19 dosis kedua adalah 142.517.246 dosis atau 68,43 persen dari sasaran. Capaian dosis ketiga mencapai 9.236.089 dosis atau 4,43 persen dari sasaran. Sementara, sasaran vaksinasi di Indonesia sebanyak 208.265.720 orang.

Vaksin COVID-19 Dosis Keempat atau Selesaikan Dahulu Vaksinasi Primer?

Kalau dibedah per provinsi, masih banyak provinsi yang capaian vaksinasi primer (dosis pertama dan kedua) berada di bawah angka capaian vaksinasi nasional.

Pada pemberian vaksin COVID-19 dosis pertama, masih ada 24 provinsi yang capaian vaksinasinya di bawah angka nasional, dengan 5 provinsi terendah adalah Papua (31,38 persen), Papua Barat (58,59 persen), Maluku (68,35 persen), Sulawesi Barat (75,44 persen), dan Maluku Utara (79,99 persen).

Pada dosis kedua, masih ada 25 provinsi yang capaian vaksinasinya di bawah angka nasional, dengan 5 provinsi terendah adalah Papua (22,75 persen), Maluku (38,82 persen), Papua Barat (39,06 persen), Maluku Utara (43,25 persen), dan Sulawesi Barat (45,45 persen).

Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, memandang bahwa saat ini Indonesia belum memerlukan penggunaan vaksinasi dosis keempat.

"Kalau bicara dosis keempat, ini tentu belum jadi prioritas untuk populasi. Bicara dosis keempat, ini juga landasan ilmiahnya belum menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan dosis ketiga," kata Dicky saat dihubungi VOI, Jumat, 25 Februari.

Jika wacana vaksinasi dosis keempat dalam waktu dekat ini ditujukan kepada tenaga kesehatan, itu adalah hal yang wajar. Tenaga kesehatan adalah kelompok yang paling rentan terpapar COVID-19.

Namun, jika ditujukan kepada seluruh penduduk dari Sabang sampai Merauku, vaksinasi booster dosis keempat belum dibutuhkan. Terlebih lagi, capaian vaksinasi primer di banyak provinsi belum menyentuh angka kekebalan. Dosis ketiga bahkan cakupannya masih di bawah 5 persen.

"Kita harus kejar dulu yang dosis kedua dan ketiga ini saja, takutnya enggak kekejar. Karena kan jumlah vaksinatornya terbatas. Takutnya, kalau dosis keempay sudah berjalan, malah menjadi potensi bahaya. Akan banyak korban yang terpapar karena dosis keduanya belum kekejar," jelas Dicky.

Kejar Vaksinasi COVID-19

Untuk itu, lanjut Dicky, pemerintah harus memutar otak menjalankan vaksinasi demi bisa mengejar target herd immunity. Apalagi ada jutaan orang yang belum melakukan vaksinasi dosis kedua lebih dari 6 bulan sejak dosis pertama. Mereka pun harus divaksinasi ulang.

"Cara ini harus mendekatkan ke masyarakat. Misalnya dengan mobile klinik, door to door, atau melibatkan juga mitra-mitra lainnya. Masalahnya juga ini harus disertai dengan literasi vaksin. Memberikan pemahaman kepada masyarakat dan ini enggak mudah memang," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Kemenkes) Dante S. Harbuwono mengatakan pemberian vaksin penguat dosis keempat bagi seluruh penduduk di Indonesia masih terus dievaluasi dan dikaji oleh pemerintah.

“Kalau nanti diperlukan dengan studi yang terus kami evaluasi dan ternyata kita butuh penguat yang keempat, maka bukan tidak mungkin penguat keempat itu dilakukan,” kata Dante, beberapa waktu lalu.

Artikel ini telah tayang dengan judul Daripada Bicara Vaksin Dosis Keempat, Pemerintah Sebaiknya Putar Otak Percepat Vaksinasi Primer Seluruh Warga.

Selain vaksin COVID-19 dosis keempat, ikuti berita Aceh terkini. Klik link tersebut untuk berita paling update wilayah Aceh.