Data Pribadi pada eHAC Bocor, Penyelidikan Dilakukan
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

ACEH -  Bareksrim menyatakan turun tangan menyelidiki dugaan kebocoran pribadi dari 1,3 juta data pengguna aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC). Nantinya, Direktorat Tindak Pidana Siber yang akan mengusut persoalan tersebut.

"Iya, Polri bantu penyelidikan juga," ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Rabu, 1 September.

Meski demikian, Argo tak merinci proses penyelidikan yang sudah dilakukan sejauh ini. Kemungkinan besar penyelidikan itu masih dalam tahap pencarian informasi perihal kebocoran data tersebut.

"Secara teknis biarkan penyidik cyber bekerja," singkat Argo.

Data Pribadi pada eHAC yang Terekspos

Adapun sistem electronic Health Alert Card (eHAC) menjadi bagian dari aplikasi PeduliLindungi yang sedang digalakkan pemerintah untuk berbagai keperluan testing dan tracing, termasuk memasuki mal, restoran, dan hotel harus di-update.

Data-data yang dikabarkan bocor dan terekspos adalah nama lengkap, tanggal lahir, pekerjaan, foto pribadi, nomor induk kependudukan, nomor passport, hasil tes COVID-19, identitas rumah sakit, alamat, nomor telepon, dan beberapa data lainnya.

Dugaan kebocoran data terjadi di aplikasi eHAC yang lama. Meski, aplikasi tersebut sudah tak lagi digunakan sejak 2 Juli 2021.

Artikel ini telah tayang dengan judul Bareskrim Turun Tangan Usut Dugaan Kebocoran 1,3 Juta Data eHAC. Selain kebocoran data pribadi, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI.id, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!