Kerajaan Aceh Didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, Ini Jejak Historis dan Peninggalannya
Masjid Raya Baiturrahman (simas.kemenag.go.id)

Bagikan:

Kerajaan atau Kesultanan Aceh Darussalam adalah kerajaan yang dahulu berlokasi di Pulau Sumatra bagian utara (saat ini Provinsi Aceh). Berdiri beberapa ratus tahun setelah Samudra Pasai, kerajaan ini adalah salah satu kerajaan Islam yang ada di Nusantara. Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah.

Dikutip dari kemdikbud.go.id, ia menjadi raja pertama kerajaan Aceh Darussalam dengan masa kekuasaan dari 1514 hingga 1530 M. Kerajaan Aceh berada pada puncak kejayaan ketika dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda (1607—1636). Sayangnya, kecemerlangan kerajaan Aceh Darussalam tak bertahan lama.

Sepeninggal Sultan Iskandar Muda, kerajaan ini perlahan-lahan terus mengalami kemerosotan. Hingga akhirnya, pada 1873 Belanda menyatakan perang terhadap kerajaan Aceh.

Perang yang terjadi selam 30 tahun itu bernama Perang Sabi. Korban berjatuhan dalam jumlah yang banyak. Sultan terakhir kerajaan Aceh Darussalam, Sultan Muhammad Daud Syah, akhirnya mengakui kedaulatan Belanda di Tanah Rencong.

Peninggalan kerajaan Aceh Darussalam

Dalam Sejarah Indonesia: Masuknya Islam Hingga Kolonialisme, kehidupan di Kerajaan Aceh Darussalam tak banyak diketahui sebab tak banyak meninggalkan benda hasil budaya. Meski begitu, ada beberapa peninggalan kerajaan Aceh yang bisa dilihat hingga saat ini.

1.    Masjid Raya Baiturrahman dan buku

Agama Islam adalah agama utama kerajaan Aceh Darussalam. Tak heran jika peninggalan sejarahnya adalah sebuah masjid, yaitu Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid ini dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda tahun 1612. Lokasi masjid kebanggaan Aceh ini ada di tengah-tengah Kota Banda Aceh.

Selain itu, ada pula buku karangan Nuruddin ar-Ranuri berjudul Bustanu's Salatin. Buku tersebut berisi tentang sejarah para raja kerajaan Aceh Darussalam.

2.    Benteng Indra Patra

Benteng ini menjadi tempat pertahanan bangsa Aceh saat melawan penjajah Portugis. Sebenarnya, Benteng Indra Patra dibangun oleh kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu pertama di Aceh.

Ketika kerajaan Lamuri berhasil dikuasai oleh kerajaan Islam, para pemimpin kerajaan di Aceh ketika itu tak berniat menghancurkan peninggalan sekaligus jejak nenek moyang mereka.

3.    Meriam

Tiga buah meriam yang ditemukan di Desa Arongan, Kabupaten Aceh Barat, diduga merupakan peninggalan kerajaan Aceh Darussalam. Dikutip dari Antaranews, tiga meriam serta sisa puing bangunan yang ada merupakan peninggalan kerajaan Aceh masa Sultan Iskandar Muda.

4.    Taman Sari Gunongan

Taman ini menjadi tempat yang digunakan oleh keluarga kerajaan untuk bercengkrama. Selain itu, taman taman ini juga digunakan untuk menghibur diri dan tempat berganti pakaian permaisuri setelah mendi di Sungai Isyiki.

Seperti Masjid Raya Baiturrahman, taman ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Taman Sari Gunongan dibangun untuk memenuhi permintaan permaisuri cantik dari Pahang Malaysia. Permaisuri ini telah membuat Sultan Iskandar Muda jatuh cinta.

Taman yang dibangun tersebut dilengkapi dengan gunongan sebagai tempat untuk menghibur diri. Selain tempat untuk tempat bercengkeraman keluarga kerajaan, Gunongan juga digunakan sebagai tempat berganti pakaian permaisuri setelah mandi di Sungai Isyiki.

Selain sejarah dan peninggalan kerajaan aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI.id, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!