Cak Imin Singgung PBNU, Pengamat Menilai PKB dan sang Ketum dalam Bahaya
Muhaimin Iskandar/Foto: Antara

Bagikan:

ACEH - Beberapa waktu lalu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, membuat pernyataan yang menyinggung PBNU. Dia menyatakan omongan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, tidak akan berpengaruh terhadap 13 juta pemilih solid PKB.

Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, perseteruan antara Cak Imin dengan PBNU akan berdampak negatif bagi diri Cak Imin selaku ketum PKB dan bagi PKB.
Dia menjelaskan, Cak Imin dan PKB akan dijauhi oleh warga Nahdliyin yang mayoritas merupakan basis massanya. Jika hal tersebut terjadi, lanjutnya, elektabilitas Cak Imin dan PKB menurun.

"Ini tentu akan berbahaya bagi Cak Imin dalam upayanya menjadi capres dan peluang suara PKB akan menurun pada Pileg 2024," terang Jamiluddin kepada VOI, Selasa, 10 Mei.

Bahaya Efek Ucapan Cak Imin

Dia melanjutkan, akan menjadi lebih berbahaya lagi jika warga Nahdliyin yang kecewa kepada Cak Imin tersebut bersatu dengan Gusdurian. Mereka, akan menjadi kekuatan untuk menggembosi Cak Imin dan PKB.

"Bahkan tak menutup kemungkinan kekuatan itu dapat mendongkel Cak Imin dari orang nomor satu di PKB. Kalau ini terjadi, maka posisi Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB tentu dalam berbahaya," papar Jamiluddin.

Dia menilai, kondisi ini akan membuat elektabilitas Cak Imin turun. Kecilnya elektabilitas Cak Imin, kata dia, akan membuat dirinya tidak dilirik oleh partai lain.

"Jadi, kecilnya elektabilitas Cak Imin karena ia tak mampu mengelola warga Nahdliyin. Ia juga tak mampu merangkul Gusdurian," katanya.

"Celakanya lagi, justru ia berseteru dengan PBNU. Lengkapnya catatan minor Cak Imin bagi warga Nahdliyin. Semua ini tentu menjadi penyebab sulitnya elektabilitas Cak Imin dikerek," pungkas Jamiluddin Ritonga.

Ungkapan Cak Imin Terkait Ketum PBNU dan PKB

Sebelumnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengungkapkan soal 13 juta pemilih loyal PKB pada wawancara sebuah acara televisi yang ditayangkan pada Senin, 9 Mei. Cak Imin menilai, 13 juta suara itu bisa menjadi modal dirinya maju Pilpres 2024.

"Planning PKB memang dengan konstituen yang sangat solid pasti fix kita punya modal suara 13 juta sangat loyal," ungkap Cak Imin.

"Di survei semua lembaga survei pemilih PKB adalah loyal. Solid sekali. Sampai ke bawah," imbuhnya.

Saking solidnya, Cak Imin menyebut bahwa ucapan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf tidak berpengaruh terhadap loyalitas 13 juta suara PKB tersebut.

"Bahkan Yahya Cholil Ketua Umum PBNU ngomong apa aja terhadap PKB nggak ngaruh sama sekali, coba di survei, survei terakhir. Itu menunjukkan bahwa kesolidan ini modal dan saya lihat modal ini semakin besar kalau saya nyapres," kata Cak Imin.
 
 
Selain ungkapan Cak Imin bagi PBNU, ikuti berita Aceh terkini. Klik link tersebut untuk berita paling update wilayah Aceh.