Kasus COVID-19 Meningkat, Ketum Muhammadiyah Minta Pembelajaran Tatap Muka Dipantau
Haedar Nasir/Foto: Antara

Bagikan:

ACEH - Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah meminta jajarannya, baik Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) maupun Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, melakukan peninjauan ulang terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) seiring meningkatnya kasus COVID-19.

"Jaga protokol kesehatan dan jangan lengah, Insya Allah kita bisa mengatasinya," terang Haedar dalam keterangan tertulis, Senin, 7 Februari, dikutip VOI.

Pengawalan Pembelajaran Tatap Muka 

Haedar mengatakan, meningkatnya kasus COVID-19 yang diakibatkan oleh varian omicron harus menjadi perhatian bersama. Oleh sebab itu, dia meminta MCCC dan Dikdasmen mengawal pelaksanaan PTM, terutama di institusi pendidikan milik Muhammadiyah.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) serta memaksimalkan vaksinasi penguat yang sedang digencarkan pemerintah.

"Masyarakat dan seluruh elemen bangsa untuk waspada dan seksama dalam menghadapi peningkatan ini," kata dia.

Dalam keterangan resmi Satgas COVID-19, terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif yang signifikan pada Minggu 6 Februari. Kasus konfirmasi positif harian COVID-19 bertambah sebanyak 36.057 dan meninggal dunia akibat virus tersebut sebanyak 57 orang.

Peningkatan Kapasitas Layanan

Ketua MCCC, Agus Samsudin, menjelaskan 89 Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) siap melakukan peningkatan kapasitas layanan.

"Kami akan meningkatkan kapasitas rumah sakit, seperti tahun lalu kita ada 3.000 tempat tidur bila terjadi, tapi Insya Allah tidak. Tapi, jika terjadi gelombang ketiga, kita sudah mempersiapkan tempat tidur di rumah sakit-rumah sakit Muhammadiyah," kata Agus.

Bukan hanya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Bidang Kesehatan yang akan disiapkan, tapi juga AUM lain, seperti Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah juga disiapkan dalam menghadapi lonjakan kasus ini.

Menurutnya, kesiapan MCCC bukan hanya pada bantuan tenaga dalam pelaksanaan vaksinasi, tapi juga mengaktifkan kembali selter untuk isolasi. Semua ini dilakukan sebagai persiapan MCCC jika sewaktu-waktu kasus COVID-19 meningkat.

"Termasuk, gencar melaksanakan vaksinasi tahap ketiga (booster) untuk sivitas akademika maupun masyarakat umum," kata dia.

Artikel ini telah tayang dengan judul Ketum Muhammadiyah: Tinjau Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka.

Selain pembelajaran tatap muka, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Aceh.