Kabar Duka Aceh, Terjadi Penambahan Kasus Meninggal COVID-19 15 Orang
Pelepasan jenazah mantan Gubernur Aceh, Syamsuddin Mahmud, yang meninggal karena COVID-19 (Antara)

Bagikan:

ACEH - Satgas Penanganan COVID-19 Aceh mengatakan bahwa terjadi penambahan kasus meninggal akibat COVID-19 sebanyak 15 orang. Total, kasus meninggal akibat COVID-19 di Aceh mencapai 596 orang.

“Kasus COVID-19 yang meninggal dunia bertambah 15 orang dalam 24 jam terakhir,” ungkap Jubir Satgas COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, di Banda Aceh, Senin, 31 Mei, dilansir Antara.

Ia menjelaskan bahwa penambahan kasus meninggal tersebut paling banyak merupakan warga Banda Aceh, yaitu mencapai enam orang. Sementara, warga Aceh Besar, Nagan Raya, dan Aceh Tamiang masing-masing dua orang; warga Aceh Singkil, Sabang, dan Langsa masing-masing satu orang.

 

Selain itu, terang Saifullah, per hari ini terjadi penambahan 116 orang kasus baru positif COVID-19, meliputi warga Banda Aceh 58 orang, Aceh Besar 25 orang, Aceh Tengah tujuh orang, Aceh Jaya dan Aceh Selatan tiga orang, kemudian Aceh Timur, Pidie, dan Bener Meriah dua orang.

Ikhtiar Individual dan Sosial Perlu Dilakukan

“Dan juga warga Aceh Barat, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Lhokseumawe dan Langsa yang masing-masing satu orang serta tujuh orang lainnya warga luar daerah Aceh,” lanjutnya.

Per hari ini juga telah terjadi penambahan 132 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh, yaitu warga Banda Aceh 57 orang, Langsa 12 orang, Gayo Lues 14 orang, Lhokseumawe empat orang, Aceh Besar enam orang, Aceh Selatan tiga orang, Aceh Utara dan Aceh Tamiang dua orang serta satu orang warga Sabang, Bireuen dan Aceh Barat.

“Alhamdulillah pasien COVID-19 yang dilaporkan sembuh mencapai 132 orang. Kita doakan pasien-pasien lainnya juga menyusul sehat kembali,” terangnya.

Ia menjelaskan, seluruh masyarakat Aceh hendaknya mendoakan agar penderita COVID-19 yang tengah dirawat dan isolasi di rumah sakit segera sembuh. Selain itu, juga terus melakukan ikhtiar individual dan sosial untuk memutuskan penularan COVID-19 di tengah masyarakat.

“Ikhtiar individual itu menjalankan protokol kesehatan bagi yang sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan bila baru pulang dari daerah transmisi atau memiliki gejala demam dan batuk kering,” kata dia.

Langkah-langkah individual bisa memutuskan penularan COVID-19 apabila sudah bersemayam di dalam saluran pernapasan utama, meski tidak menunjukkan gejala. Ia melanjutkan, menjaga kesehatan diri serta melindungi orang lain dari ancaman penyakit merupakan kewajiban setiap orang.

Sementara, ikhtiar sosial dan kolektif bisa diwujudkan melalui Satgas Penanganan COVID-19 gampong, dengan mendukung sepenuhnya proses pemeriksaan, pelacakan kasus oleh petugas kesehatan sehingga tidak ada penolakan saat pengambilan swab cairan hidung dan tenggorokan.

“Makin cepat kasus-kasus positif ditemukan makin kecil peluang penyebaran virus corona kepada orang lain di dalam gampong. Ikhtiar sosial kolektif lain yaitu melalui dukungan dan pengawasan penderita COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri,” katanya.

Hingga kini, kasus COVID-19 di daerah berjulukan Tanah Rencong itu telah mencapai 15.017 orang, di antaranya penyintas yang telah sembuh sebanyak 11.770 orang, pasien yang sedang dirawat 2.651 orang dan kasus warga yang meninggal dunia sudah mencapai 596 orang.

Artikel ini telah tayang di VOI.id dengan judul Kabar Duka dari Aceh, 15 Orang Meninggal akibat COVID-19 dalam 1x24 Jam Terakhir. Waktunya Merevolusi Pemberitaan!