Rudal Tochka-U Tewaskan Warga Sipil di Donetsk, Ukraina Tak Mengakui
Ilustrasi rudal Tochka-U Ukraina. (Wikimedia Commons/VoidWanderer)

Bagikan:

ACEH - Kementerian Pertahanan Rusia menyampaikan bahwa sebanyak 23 warga sipil tewas dalam serangan rudal Tochka-U oleh Ukraina. Namun, militer Ukraina membantah telah melakukan serangan rudal ke Kota Donetsk yang dikuasai kelompok separatis.

Otoritas Rusia juga menyebut rudal Tochka-U tersebut juga telah melukai 28 orang di kota Ukraina timur dalam apa yang disebut sebagai "kejahatan perang".

Korban Rudal Tochka-U di Donetsk

Pada Senin, seorang pemimpin separatis lokal mengatakan kepada kantor berita Rusia, TASS, bahwa rudal Tochka-U telah dicegat di atas kubu pemberontak. Namun, bagian-bagian dari rudal tersebut mendarat di pusat kota.

Pemimpin Republik Rakyat Donetsk, Denis Pushilin, menyebut hal tersebut mengakibatkan daerah pemukiman rusak.

"Orang-orang mengantre di dekat ATM dan berdiri di halte bus," terang Pushilin kepada jaringan Rossiya 24, seperti dikutip VOI dari Al Jazeera, 15 Maret.

"Ada anak-anak di antara yang mati," lanjut Pushilin.

Sementara itu, otoritas militer Ukraina menyangkal tuduhan serangan tersebut dengan cepat.

"Ini jelas roket Rusia atau amunisi lain, bahkan tidak ada gunanya membicarakannya," terang Jubir militer Ukraina, Leonid Matyukhin, dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi.

Ditanya soal laporan serangan Ukraina di Donetsk, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut hal tersebut sebagai tragedi.

Korban tewas dan insiden tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen. Sementara, wilayah tersebut sudah dikendalikan oleh pemberontak pro-Rusia sejak 2014.

Tujuan Operasi Militer Rusia

Laporan serangan itu muncul saat negosiator Ukraina dan Rusia bertemu untuk pembicaraan putaran keempat, sejak Rusia menginvasi negara tetangganya pada 24 Februari. Pembicaraan berakhir setelah beberapa jam tanpa terobosan.

Diketahui, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa tujuan perangnya di Ukraina adalah demiliterisasi dan denazifikasi pemerintah Ukraina.

Dia mengeklaim, Kyiv telah melakukan genosida terhadap penduduk berbahasa Rusia di wilayah Donetsk dan Lugansk, yang secara kolektif dikenal sebagai Donbas, tempat tentara Ukraina memerangi separatis yang didukung Rusia sejak 2014.

Artikel ini telah tayang dengan judul Pecahan Rudal Tochka-U Tewaskan 23 Orang Termasuk Anak-anak di Donetsk, Ukraina Bantah Lakukan Serangan.