Mengenal Sindrom Anak Tengah yang Cukup Unik
Ilustrasi sindrom anak tengah atau middle child syndrome (Pexels/Eren Li)

Bagikan:

ACEH - Anak tengah--adik si sulung sekaligus kakak si bungsu--kadang memiliki karakter yang unik. Keunikan karakter ini disebut dengan sindrom anak tengah atau middle child syndrome, yaitu kadang suka memberontak, kadang menyenangkan orang lain, dan suka damai.

Sindrom anak tengah dikenal berdasarkan urutan kelahiran. Anak sulung cenderung bisa diandalkan dan teliti sehingga punya kepribadian Tipe A atau lebih perfeksionis. Hal ini mungkin disebabkan oleh orang tua yang bertindak sesuai petunjuk dalam mencurahkan perhatian pada anak sulung.

Sementara, orang tua bertindak dengan cara yang paling santai kepada anak bungsu. Oleh sebab itu, anak bungsi cenderung suka bersenang-senang dan tidak rumit. Namun, karena kerap berusaha menyamai saudara yang lebih tua, si bungsu mungkin bertindak egois, suka mencari perhatian, dan manipulatif.

Mengenal Sindrom Anak Tengah

Dikutip VOI dari Parents, untuk mengimbangi kurangnya perhatian, anak tengah biasanya bertindak memberontak atau mencoba menyenangkan orang lain. Perilaku ini didasarkan pada kepribadian sang kakak, misalnya jika kakak laki-laki terstruktur dan bertanggung jawab, anak tengah mungkin akan memberontak untuk mengalihkan perhatian.

Menurut terapis anak dan keluarga, Meri Wallace, para anak tengah sering bertindak ekstrem untuk mendapatkan perhatian. Itu sebabnya beberapa dari mereka berpenampilan rebel atau fanatik terhadap band tertentu, misalnya.

Michelle P. Maidenberg, terapis anak dan keluarga yang berbasis di New York, menambahkan bahwa anak tengah juga lebih ramah dan santun. Ini kerena mereka harus sering berkompromi sepanjang hidup. Mereka si anak tengah akhirnya menuruti keinginan si sulung dan kebutuhan si bungsu, tambah Maidenberg.

Sisi Positif Karakter Anak Tengah

Hal baiknya, ini membantu anak tengah menjadi lebih mandiri dan mempertahankan harapan yang realistis. Terlebih lagi, anak tengah cenderung mencari lebih banyak hubungan di luar keluarga. Mereka sering memiliki lingkaran sosial yang lebih besar dan persahabatan yang erat.

Meskipun mereka si anak tengah unggul dalam menengahi konflik dalam kehidupan personal atau profesional, mereka mungkin berjuang dengan masalah kepercayaan diri. Karena mereka sering merasa diabaikan.

Lewat penjelasan di atas, orang tua perlu memahami pentingnya memberi perhatian secara adil pada semua buah hatinya, baik pada si sulung, anak tengah, dan bungsu. Perlu juga orang tua untuk memahami keterampilan masing-masing anak. Hindari membandingkan prestasi satu sama lain karena bisa menciptakan ‘permusuhan’, lebih baik mendukung setiap proses mereka.

 
Selain sindrom anak tengah, ikuti berita Aceh terkini. Klik link tersebut untuk berita paling update wilayah Aceh