Pemantauan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia Tak Hanya Terkait COVID-19
Photo by ekrem osmanoglu on Unsplash

Bagikan:

ACEH - Pemantauan atau observasi kesehatan terhadap jemaah haji Indonesia setelah tiba di Tanah Air adalah hal yang penting. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk mengantisipasi risiko COVID-19, tapi juga penyakit yang lain.

Menurut epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, antisipasi adalah hal yang penting, bukan hanya untuk COVID-19, tetapi juga penyakit lain, seperti meningitis, MERS, dan penyakit pernapasan yang lain.

"Ini sebetulnya pola deteksi pascaibadah haji yang sebenarnya sudah lama dan sekarang semakin diperkuat," terang Dicky, dikutip VOI dari Antara, Jumat 15 Juli.

Observasi Kesehatan bagi Jemaah Haji Indonesia

Dia mengusulkan, bagi jemaah yang tidak memiliki gejala dan tidak memiliki anggota grup yang positif COVID-19, bisa menjalani observasi sekitar enam jam sebelum akhirnya bisa pulang.

"Setidaknya kita bisa melihat karena BA.4 dan BA.5, misalnya sebagai contoh, memang memiliki masa inkubasi yang relatif singkat. Dalam satu hari bisa terjadi, ini artinya masa enam jam relatif memadai," katanya.

Namun, jika jemaah haji Indonesia yang pulang menunjukkan gejala dan terdapat pasien positif COVID-19 dalam satu rombongan atau pesawat dibutuhkan penerapan skenario yang berbeda.

Untuk skenario tersebut, maka dibutuhkan masa observasi yang lebih lama, terutama pada kelompok rawan, seperti individu yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

K3JH untuk Jemaah Haji

Sebelumnya, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Budi Sylvana, dalam konferensi pers pada Kamis (15/7) meminta peran aktif jemaah haji untuk memantau kondisi kesehatan secara mandiri selama tiga pekan setelah tiba di Indonesia.

Jemaah akan menerima Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) dan jika mengalami keluhan kesehatan dapat segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan sambil membawa kartu tersebut.

Artikel ini telah tayang dengan judul Observasi Jemaah Haji yang Pulang Bukan Cuma Cegah COVID-19, Tapi Penyakit ini Juga.

Selain pemantauan kesehatan jemaah haji Indonesia, ikuti berita Aceh terkini. Klik link tersebut untuk berita paling update wilayah Aceh.