Mengenal Kecerdasan Emosional dan Cara Mengasahnya
Ilustrasi wanita tersenyum (Pexels/Pixabay)

Bagikan:

ACEH - Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) mengacu pada kemampuan mengelola serta mengidentifikasi emosi. Kemampuan ini berlaku terhadap emosi diri sendiri dan emosi orang lain.

Dikutip VOI dari Psychology Today, secara umum, kecerdasan emosional mencakup tiga keterampilan, yaitu mengidentifikasi dan menyebutkan emosi seseorang, kemampuan memanfaatkan emosi, serta mengelola emosi.

Orang dengan Kecerdasan Emosional

Dalam beberapa tahun terakhir, pencari tenaga kerja menyertakan tes kecerdasan emosional bagi para calon pekerja. Hingga saat ini belum ada skala psikometri yang tervalidasi untuk kecerdasan emosional, tetapi istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kemampuan interpersonal.

Nama lain dari hal ini adalah soft skill. Dalam proses wawancara pekerjaan jadi salah satu indikasi penilaian pemimpin atau rekan kerja.

Orang yang cerdas secara emosional akan menyadari kondisi emosinya. Orang tersebut mampu mengenali perasaan-perasaan negatif, seperti kesedihan, kekecewaan, frustasi, dan lain sebagainya. Dalam cakupan yang lebih luas, orang yang mengerti atau mampu mendefinisikan perasaannya punya kemampuan interpersonal yang baik.

Orang yang mampu mengelola perasaannya serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan di sekitarnya bisa dinilai sebagai teman, orang tua, pemimpin, atau pasangan yang baik.

Cara Mengasah Kecerdasan Emosional

Skala psikometri yang pasti memang belum ada, tetapi keterampilan untuk mengenali serta mengelola emosi bisa diasah. Mengingat banyak sekali kecenderungan untuk menghindari serta mengabaikan perasaan. Marc Brackett, seorang psikolog dan pendiri Yale Center for Emotional Intelligence berpendapat bahwa menghindari perasaan dapat merugikan.

Marc Brackett juga mengembangkan sebuah sistem berdasarkan akronim R.U.L.E.R untuk menumbuhkan kebijaksanaan terkait dengan perasaan. Sistem tersebut juga membantu untuk mengelola dan menggunakan perasaan tanpa merugikan.

Pertama, dari kata recognize dengan akronim ‘R’ yang berarti kenali dan menyadari bahwa kita sedang mengalami suatu perasaan. Jika sering mengalami sakit kepala atau tengkuk terasa nyeri, Brackett menyarankan untuk lebih mengenali perasaan kita. Mulai dari mengenali ukuran rasa lelah, misalnya, dan seberapa energi yang dipunyai.

Kedua dan ketiga adalah understand dan label. Pemahaman dan menamai perasaan bisa dilakukan untuk mengatur emosi. Kata yang tepat untuk menggambarkannya, menurut Brackett semakin akurat semakin baik. Asumsinya, jika mengenali, memahami dan mengungkapkannya artinya dapat "menjinakkannya".

Keempat, akronim ‘E’ berasal dari express yang artinya mengungkapkan perasaan tersebut. Mungkin, ada banyak alasan bagi seseorang untuk mengabaikan ekspresi terutama ketika mengalami spektrum emosi negatif. Terakhir akronim ‘R’ yang menandai kata regulate.

Keterampilan yang terakhir ini paling menentukan bagaimana seseorang mengatasi perasaannya. Apakah akan diungkapkan, disimpan saja, atau diabaikan? Berdasarkan pernyataan Brackett, seseorang yang memiliki kemampuan emosional tahu cara tepat tanpa merugikan dirinya sendiri dan lingkungannya untuk mengelola berbagai kondisi emosi.

Artikel ini telah tayang dengan judul Mengenal Kecerdasan Emosional dan Faktor yang Memengaruhinya.

Selain kecerdasan emosional, ikuti berita Aceh terkini. Klik link tersebut untuk berita paling update wilayah Aceh.