Ribuan Ternak Sapi di Aceh Tamiang Sakit Mulut dan Kuku, 13 Ekor Mati
Ilustrasi - Ternak sapi terserang penyakit mulut dan kuku tampak lemah, tidak kuat jalan serta tidak mau makan rumput. ANTARA/HO-

Bagikan:

ACEH - Sebanyak 1.881 ekor sapi yang merupakan hewan ternak warga positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
 
Menurut keterangan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Safuan, dari ribuan ternak yang terjangkit wabah tersebut, 13 ekor sapi mati.
 
"Sebanyak 13 ekor sapi dilaporkan mati mengenaskan. Berdasarkan hasil uji laboratorium, kematian sapi-sapi tersebut karena wabah penyakit mulut dan kuku," terang Safuan di Aceh Tamiang, Senin, 10 Mei, dikutip VOI dari Antara.

Jumlah Ternak Sapi di Kabupaten Aceh Tamiang

Safuan menjelaskan, ternak sapi warga di Kabupaten Aceh Tamiang sekitar 45 ribu ekor. Jumlah tersebut tersebar di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.
 
Sementara itu, lanjut Safuan, dua kecamatan lainnya belum terdata apakah ada ternak sapi di wilayah tersebut terpapar penyakit mulut dan kuku atau tidak. Meski demikian, petugas di lapangan melakukan pendataan terhadap kondisi ternak di dua kecamatan tersebut.
 
"Dua kecamatan yang belum kami data yaitu Tenggulun dan Tamiang Hulu. Bisa jadi jumlah sapi yang terjangkit PMK bisa juga bertambah," kata Safuan menyebutkan.
 
Menurutnya, penyakit mulut dan kuku dengan gejala demam tinggi, mulut mengeluarkan air seperti buih, tidak mau makan hingga kuku terkelupas. Wabah penyakit ini berakhir dengan kematian hewan ternak.

Gejala Penyakit Sapi

Safruddin, peternak sapi di Aceh Tamiang, mengaku sebanyak 19 ekor sapi miliknya terkena wabah penyakit mulut dan kuku secara serentak. Gejala penyakit tersebut lunglai dan berjalan pincang. Gejala diketahuinya menjelang lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.
 
"Sebelum lebaran, saya melihat banyak ternak sapi saya mengalami keanehan, mulut keluar liur banyak dan tidak mau makan rumput. Kakinya tiba-tiba pincang tidak bisa bangun," kata Safruddin.
 
Safruddin mengatakan dirinya sempat memanggil mantri ternak dan minta menyuntikkan obat. Saat itu, kondisi lembu sudah terbaring dan kuku kakinya mau copot.
 
"Tiga hari setelah disuntik kesehatan sapi mulai mengalami perubahan dan sudah mau makan. Namun, saya masih khawatir wabah penyakit mulut dan kuku ini," kata Safruddin.
 
 
Selain penyakit sapi di Aceh Tamiang, ikuti berita Aceh terkini. Klik link tersebut untuk berita paling update wilayah Aceh.