Banjir di Aceh Tamiang Mulai Surut, 8.853 Orang Masih Mengungsi
Anak-anak bermain perahu di wilayah banjir di Kabupaten Aceh Tamiang (ANTARA/HO)

Bagikan:

ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan banjir di Aceh Tamiang mulau berangsur surut. Namun, sebanyak 8.853 warga di kabupaten tersebut masih bertahan di pengungsian.

"Laporan sementara, banjir sudah mulai surut. Namun, ada 8.853 warga masih mengungsi yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang," terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, Diwan Syahputra, Jumat, 7 Januari, dikutip VOI dari Antara.

Jumlah Pengungsi Banjir di Aceh Tamiang

Diwan menjelaskan, pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Kota Kuala Simpang, yaitu mencapai 3.716 jiwa yang tersebar di 17 titik pengungsian.
 
Kemudian, di Kecamatan Karang Baru terdapat 1.109 jiwa, Kecamatan Manyak Payed sebanyak 2.153 jiwa, Kecamatan Bendahara mencapai 1.850 jiwa, dan Kecamatan Banda Mulia sebanyak 25 jiwa.
 
Sementara, tujuh kecamatan lain di wilayah hulu Kabupaten Aceh Tamiang, yakni Kecamatan Tamiang Hulu, Kecamatan Bandar Pusaka, dan Kecamatan Sekerak tidak ada lagi pengungsi, kata Diwan Syahputra.
 
“Kemungkinan besar hari ini jumlah pengungsi terus berkurang karena banjir sudah surut. Kecuali di Kecamatan Bendahara karena ada tanggul sungai jebol yang menyebabkan air meluap,” kata Diwan Syahputra.

Waspada Banjir Susulan

Menurut Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuyar mengatakan banjir sudah tampak surut di kawasan tanggul jebol. Namun, pihaknya mengingatkan masyarakat tetap waspada kemungkinan banjir susulan.
 
“Dari pantauan kami, banjir sudah surut dibandingkan hari pertama saat tanggul jebol. Sedangkan jumlah dapur umum masih tetap sebanyak 35 titik tersebar di 30 kampung terdampak banjir,” kata Fakhrurrazi.
 
Fakhrurrazi Syamsuyar mengatakan korban banjir di kecamatan itu mengungsi ke rumah kerabat, musala, masjid, dan fasilitas umum yang disediakan pemerintah kabupaten.
 
“Bantuan sosial juga sudah kami salurkan ke 30 kampung yang warganya mengungsi. Kami juga ingatkan warga tetap waspada karena badan tanggul yang jebol belum bisa diperbaiki. Bisa saja banjir kiriman dari hulu datang secara tiba-tiba," kata Fakhrurrazi Syamsuyar.
 
Selain banjir di Aceh Tamiang, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI Aceh.